13 Penyebab Pencairan JHT BPJS TK Ditolak dan Cara Mengatasinya

Proses mencairkan uang Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) sebenarnya cukup mudah dan lancar asalkan kita memenuhi semua syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan. Tapi memang tidak bisa dipungkiri, ketatnya peraturan serta banyaknya dokumen yang harus dilampirkan, membuat banyak peserta yang terkendala kelengkapan berkas. Sehingga akhirnya pengajuan klaim ditolak dan dana JHT belum bisa cair!

Tapi perlu diketahui, bahwa banyaknya berkas yang diminta, serta segala peraturan yang diberlakukan, bukanlah bermaksud untuk mempersulit peserta dalam mengambil hak-nya. Hal itu semata-mata supaya dana JHT diterima oleh pihak yang tepat. Tidak salah sasaran jatuh kepada orang yang salah.

Baca Juga: Pahami Perbedaan Persyaratan Persyaratan Dokumen Pencairan JHT Bagi Peserta Resign, PHK dan Habis Kontrak
Di tulisan kali ini kami akan membahas tentang bermacam-macam alasan kenapa permintaan pencairan tabungan JHT kita tidak disetujui kantor BPJS TK. Namun harap digarisbawahi, bahwa yang kami bahas ini hanyalah kendala untuk pencairan JHT seluruhnya alias 100% bagi peserta non aktif dan sudah tidak bekerja lagi. Sebab ada juga kan pencairan JHT sebesar 10% dan 30% untuk peserta yang masih aktif dan masih berstatus karyawan?

Baik, berikut ini13 penyebab pengajuan klaim uang JHT kita ditolak oleh kantor BPJS TK, lengkap dengan tips dan cara mengatasinya.

1. Kartu Kepesertaan Hilang

KPJ (Kartu Peserta Jamsostek) atau kartu anggota BPJS TK merupakan bukti bahwa kita benar-benar peserta BPJS Ketenagakerjaan dan belum mencairkan saldo JHT milik kita. Jadi ketika kita mengurus klaim JHT wajib menunjukkan kartu tersebut. Jika tidak, dijamin pengajuan klaim kita akan ditolak! Alasan kenapa tidak bisa menunjukkan kartu anggota tersebut bisa bermacam-macam, misalnya hilang, rusak, terbakar dan sebagainya.

Nah supaya tetap bisa mengambil uang JHT walau tanpa kartu peserta BPJS TK, solusinya adalah dengan membuat surat kehilangan dari kepolisian. Dan setelah memiliki surat keterangan hilang dari polisi, sebaiknya segera melakukan proses pencairan JHT, karena surat tersebut biasanya hanya berlaku beberapa hari.
Baca Juga: Syarat Terbaru Pencairan JHT Bagi Peserta yang Kartu BPJSTK-nya Hilang

2. Tidak/Belum Punya KTP Elektronik

E-KTP merupakan salah satu dokumen yang wajib dilampirkan saat memproses pencairan JHT. Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum di KTP elektronik akan digunakan untuk validasi data faktual. Klaim tabungan JHT tidak akan disetujui jika tidak bisa menunjukkan kartu identitas berupa KTP Elektronik. Tidak bisa diganti dengan kartu identitas lain misalnya SIM, Kartu anggota partai, kartu Indonesia pintar dan sebagainya.

Mengingat membuat E-KTP juga tidak gampang dan prosesnya cukup lama, sebagai gantinya kita bisa membawa resi resmi e-KTP yang dikeluarkan oleh dinas kependudukan dan catatan sipil atau kelurahan. Resi resmi tersebut akan diterima oleh pihak bpjs tk dan bisa digunakan untuk mengurus pengambilan dana JHT.

3. Tidak Memiliki Paklaring

Dalam mengurus pencairan JHT, kita wajib membawa surat keterangan dari perusahaan. Surat keterangan tersebut bisa berupa paklaring, bisa surat pengalaman kerja, bisa juga surat referensi, dan bisa juga berupa surat rekomendasi dari perusahaan. Yang intinya di dalam isi surat tersebut menerangkan bahwa kita sudah berhenti bekerja pada perusahaan. Surat tersebut diterbitkan perusahaan saat kita resign. Dan jika tanpa melampirkan Paklaring atau surat keterangan dari perusahaan, klaim JHT kita pasti akan diabaikan. Ditolak!

Lalu bagaimana solusinya jika kita sudah terlanjur berhenti kerja tapi tidak memiliki Paklaring?

Jika ingin tabungan JHT milik kita cair, mau tidak mau kita harus kembali mendatangi perusahaan untuk membuat ulang Paklaring. Itu kalau perusahaan masih ada. Kalau perusahaan sudah tutup, kita cukup membuat surat pernyataan di atas materai yang menyatakan bahwa PT sudah benar-benar tutup.

4. Tidak Memiliki Kartu Keluarga

Kartu Keluarga, baik yang asli maupun salinannya merupakan syarat dokumen paling penting untuk bisa mengambil uang JHT. Tanpa KK, sampai kapanpun saldo JHT tak akan pernah bisa cair. Karena data-data yang tercantum di KK akan digunakan untuk validasi data faktual. Mulai dari Nama, Tanggal lahir, NIK hingga nama Ibu kandung. Bahkan saking pentingnya, KK tidak bisa diganti dengan berkas lain dan surat keterangan apapun.

Tidak ada cara lain untuk bisa klaim JHT jika tidak punya KK. Satu-satunya solusi hanyalah: silahkan membuat Kartu Keluarga dulu.

5. Kartu Kepesertaan Masih Aktif

Kriteria lainnya agar bisa mencairkan 100% saldo JHT adalah status kepesertaan sudah non aktif. Seharusnya, saat kita sudah resign kerja dan iuran bulanan ke bpjs ketenagakerjaan sudah berhenti, status kepesertaan Jamsostek kita sudah non aktif.

Tapi ada beberapa kasus kartu peserta BPJS TK masih dinyatakan aktif, padahal si pemilik kartu sudah resmi berhenti kerja. Ujung-ujungnya pencairan saldo JHT-nya ditangguhkan sampai kartu benar-benar dinon-aktifkan.

Cara mengatasi kartu keanggotaan BPJS TK yang masih aktif padahal kita sudah resign adalah dengan mendatangi perusahaan tempat kita bekerja dulu. Kemudian meminta HRD perusahaan agar melaporkan kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan bahwa kita sudah tidak bekerja, dan meminta menonaktifkan status kepesertaan kita.
Baca Juga: Cara Mudah Cek Status Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Masih Aktif Atau Tidak Lewat SMS
6. Tidak Memiliki Buku Tabungan Pribadi

Sejak perubahan peraturan Jamsostek per tanggal 1 September 2015 lalu, peserta BPJS Ketenagakerjaan yang akan mengurus pencairan dana JHT wajib membawa buku rekening tabungan bank, asli dan fotokopinya. Dan buku rekening bank tersebut harus atas nama peserta yang bersangkutan. Tidak boleh buku tabungan orang lain siapapun itu. Sebab uang Jaminan Hari Tua tersebut nantinya akan dikirimkan ke rekening tabungan yang dilampirkan.

Jadi kalau belum punya rekening bank, silahkan membuatnya terlebih dahulu. Banknya bebas boleh bank apa saja. Mau bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, Bukopin dan sebagainya.

7. Tidak Menyertakan Akte dari PHI

Khusus bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang berhenti kerja karena di-PHK atau dipecat per 1 September 2015, saat akan mengajukan permohonan pencairan JHT wajib melampirkan akte perjanjian bersama yang di keluarkan oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Akte ini semacam dokumen kesepakatan bersama antara pekerja, perusahaan dan pihak bpjs ketenagakerjaan, yang berguna untuk mengantisipasi seandainya ada tuntutan-tuntutan di kemudian hari.

PHI sendiri, dalam pengertian sederhana adalah badan yang menangani perselisihan di dunia kerja, misalnya antara karyawan dengan perusahaan. Dan akte perjanjian bersama yang di keluarkan PHI tersebut akan kita terima saat kita dipecat oleh perusahaan.

Jadi untuk karyawan PHK, jika tanpa surat perjanjian dari PHI maka pencairan JHT tidak akan disetujui. Dan jika Anda belum punya, solusinya silahkan meminta kepada perusahaan agar dibuatkan akte tersebut.

8. Tidak Melampirkan PKWT yang Pertama Diterima

PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) yang pertama kali diterima, merupakan berkas persyaratan tambahan khusus bagi karyawan kontrak. Bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang telah berhenti bekerja karena masa kontraknya habis, harus membawa berkas tersebut ketika mencairkan saldo JHT. Tanpa itu, dana JHT tidak bisa diambil.

Maka pastikan, setelah kontrak kerja Anda selesai, Anda sudah memegang PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) yang pertama kali diterima.

9. Ketidaksesuaian Data Diri

Untuk menghindari uang JHT diterima oleh orang yang tidak tepat, pihak BPJS Ketenagakerjaan memang sangat ketat dan teliti dalam mencocokkan data-data peserta dari semua berkas yang dilampirkan. Jika ditemukan perbedaan data antara dokumen yang satu dengan dokumen yang lainnya, maka proses klaim dana JHT akan ditangguhkan sampai peserta yang bersangkutan melakukan perbaikan data. Misalnya nama di KTP berbeda dengan nama di kartu peserta BPJS TK. Tanggal lahir di KK tidak sama dengan tanggal lahir di Paklaring.

Solusi untuk kasus semacam ini adalah dengan membuat surat keterangan koreksi beda data, baik di kelurahan atau di perusahaan Anda bekerja dulu. Tergantung berkas mana yang terdapat kesalahan datanya.

10. Masa Tunggu Belum Mencukupi

Pencairan semua (100%) tabungan Jaminan Hari Tua baru bisa dilakukan setelah satu bulan kita tidak bekerja. Kurang dari itu, bahkan andai cuma kurang sehari saja, uang JHT tidak mungkin bisa cair.

Jalan keluar satu-satunya untuk masalah ini, tidak ada cara lain selain menanti satu bulan kemudian, terhitung dari tanggal kita berhenti kerja yang tertera di Paklaring atau surat keterangan dari perusahaan. Misalnya di Paklaring tertulis kita berhenti bekerja pada 19 Agustus 2018, maka klaim dana JHT baru bisa dilakukan minimal pada tanggal 20 September 2018.
11. Sudah Terdaftar Lagi Menjadi Peserta BPJS TK

Klaim JHT sebesar 100% hanya bisa dilakukan oleh peserta-peserta yang sedang menganggur, atau sudah tidak bekerja lagi pada tempat-tempat kerja yang mendaftarkan pekerjanya pada program BPJS Ketenagakerjaan. Kalau sebelumnya Anda sudah berhenti kerja, tapi belum sempat mencairkan uang JHT Anda sudah terlanjur bekerja lagi di perusahaan baru, maka mohon maaf saldo JHT dari perusahaan lama belum bisa dicairkan.

Solusinya ya tunggu saja sampai nanti Anda resign kerja lagi dari perusahaan yang baru tersebut. Saran kami sebaiknya saldo JHT dari PT yang lama dengan saldo JHT di tempat kerja yang baru digabungkan saja. Supaya suatu saat nanti ketika hendak mengklaimnya, sudah tidak ribet lagi akibat saldonya terpisah-pisah di dalam beberapa kartu.

Dan jangan coba-coba menipu kantor BPJS Ketenagakerjaan dengan mengatakan sedang tidak bekerja, jika sebenarnya kita sudah bekerja lagi. Itu hanya sia-sia dan bisa mempermalukan diri sendiri. Karena status kepesertaan kita pasti akan terdeteksi dengan mudah.

12. Scan Berkas Tidak Terbaca

Ini hanya bagi yang mengurus pencairan duit Jaminan Hari Tua secara online melalui layanan e-Klaim JHT. Jika ukuran scan berkas terlalu kecil, atau kualitasnya tidak bagus, buram, sulit terbaca, sehingga sulit direkam oleh sistem bpjs tk, maka pengajuan klaim JHT pasti ditolak.

Solusinya silakan scan lagi berkas-berkasnya dengan ukuran minimal 100KB dan maksimal 1,8MB. Lebih baik jika memakai format PDF. Atau jika memakai format JPEG, gunakanlah kamera dan pencahayaan yang bagus saat memotret berkas. Setelah itu coba dikirim ulang.

13. Tidak Memiliki NPWP

Spesial buat peserta bpjs tk non aktif yang jumlah saldo jht-nya sudah di atas Rp 50.000.000, saat akan mencairkan saldo tersebut wajib memiliki kartu NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Karena untuk saldo yang lebih dari 50 juta akan dipotong pajak sebesar 5%.

Jika tidak punya NPWP dipastikan klaim JHT tidak akan disetujui. Oleh sebab itu solusinya silahkan ke kantor pajak untuk membuat NPWP.

Demikianlah beberapa kendala yang menyebabkan pencairan uang jaminan hari tua (JHT) ditolak oleh kantor BPJS Ketenagakerjaan/Jamsostek. Jangan lupa dibagikan via Facebook, Google Plus, ataupun Twitter, agar teman-teman lain juga mengetahui informasi ini.

40 Responses to "13 Penyebab Pencairan JHT BPJS TK Ditolak dan Cara Mengatasinya"

  1. Saya pun sedang pantau pengajuan kalim dana bpjs. By info 7 hari kerja maksimal sudah bisa di cairkan. Max hari jum"at tgl 04/08/2018 di kantor bpjs jl suci bandung. Semoga tdk ada kendala

    BalasHapus
  2. Saya mau mencairkan bpjs tk, sudah berhenti 2 bulan yg lalu karena sedang hamil, dan syarat untuk mencairkan bpjs tk harus dengan kk, tetapi kk saya sedang diurus karna ingin membuat kk baru dengan suami. Lalu saya harus menunggu kk baru sudah jadi, atau memakai surat pindah juga bisa?

    BalasHapus
  3. Klo referensi hilang pakai surat kehilangan kepolisian bisa gag ya buat pencairan?
    Karena minta keperusahaan dipersulit,HRDnya ganti dan katanya data saya hilang?����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Tidak bisa mas, sebenarnya perusahaan bisa mengeluarkan paklaring walaupun berbeda hrd, kemungkinan pihak perusahaan tidak berani membuat yg baru karena data mas nya hilang, mereka tidak bisa membuat baru karena data mas nya kapan mulai kerja disana dan kapan resign atau habis kontrak. Ada satu cara agar saldo bisa dikalim dimasa mendatang yaitu silahkan hubungi pihak hrd perusahaan baru anda bekerja suruh saldo anda di akumulasikan dari perushaan lama ke tempat anda sekarang bekerja. Nantinya saldo anda akan disatukan.

      Hapus
  4. Klo referensi hilang pakai surat kehilangan kepolisian bisa gag ya buat pencairan?
    Karena minta keperusahaan dipersulit,HRDnya ganti dan katanya data saya hilang?����

    BalasHapus
  5. Kalau mau mencairkan bpjs tk di kendal, pake rekening bank apa?mandiri bisa?

    BalasHapus
  6. Klo mau cairin bpjs tk, tapi d paklaring ada kesalahan 1huruf d nama kira2 dstu revisi dlu apa enga ya?

    BalasHapus
  7. Apa harus ada kk yang asli ya??
    Saya hanya copiannya saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh tidak pakai KK fotocopy??,dan baru bkrja dprushaan baru skitar 1 bln? bs g?

      Hapus
  8. Kalo mencairkan bpjs ketenagakerjaan di beda wilayah atau beda provinsi bisa apa nga.tolong info nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas kalo buku rekening nya dr awal BANK BCA trus kita mau ganti ke BANK LAIN bisa ga ya mas??
      Soal nya dr prusahaan BANK BCA .

      Hapus
    2. Mau tny dong klo no nik diktp dan dikrtu peserta tdk sama bagaimana ya..sy bngung ..

      Hapus
  9. Dulu. Saya daftar BPJS di perusahaan tidak memakai data sudah menikah , padahal dulu saya masuk kerja keadaan sudah menikah
    , Lalu skrg saya ingin mencairkan BPJS dengan data sudah menikah apakah bisa?? Tolong yg mengerti infonya

    BalasHapus
  10. Apakah ada kebijakan jika ingin mencairkan jht jika berkas kita kurang lengkap hanya karna kartu keluarga bukan asli tetapi hanya fotocopy dan berkas lain lengkap.

    BalasHapus
  11. mau bertanya saya sdh berhenti bekerja mulai tgl 1-10-2018 dan sy sdh 2kali eklaim bpjs via online tapi tidak dapat balasan nya dan sy dapat info klau pencairan via bank btn juga bisa setelah ke bank btn dan di cek saldo bpjs tidak ada sedangkan saya cek via akun bpjstk saldo saya ada mohon bantuannya terima kasih.

    BalasHapus
  12. Saya habis kontrak tanggal 1 november 2018 dan pembayaran bpjstk terkahir di lakukan oleh perusahaan tanggal 7 november 2018,kira-kira kapan nonaktif nya yaa?? Soalnya sampai sekarang masih aktif kartu nya dan saya coba konfirmasi ke HRD tempat saya bekerja.dia bilang akan nonaktif setelah 2 bulan resign menuurut sistem dan hanya Head office yg bisa menonaktifkan kartu nya...sementara saya sudah menunggu satu bulan lebih sampai hari ini dan mengcancel segala panggilan interview yg masuk hanya untuk mengurus klaim tersebut.apakah ada solusi?? Karna menurut aturan yg berlaku di PP 2015 masa tunggu hanya 1 bulan tetapi pihak perusahaan bilang harus menunggu 2 bulan setelah PKWT berakhir!!! Saya pun sudah melaporkan perihal ini kepada situs lapor.go.id tetapi belum ada respon dari pihak bpjstk

    BalasHapus
  13. Mw tanya gan
    Berapa lama kita bisa k.kantor
    Setelah daftar secara online

    BalasHapus
  14. Apakah tanggal dan bulan berhenti dipaklaring harus sama dengan tanggal dan bulan non aktif kartu BPJS ?

    BalasHapus
  15. Saya mau mencairkan jht namun tnggl masuk saya di surat riseng kliru tahunya gimna ya pak?

    BalasHapus
  16. Pihak bpjs gk ada yg mw bls status karyawan...bls dlu karyawan bpjs...km mhn penjelasanya...

    BalasHapus
  17. Kalau belum punya no rekening gimana mencairkan nya

    BalasHapus
  18. Kalo Kartu keluarga hilang trus make foto copy kartu keluarga bisa ga ?

    BalasHapus
  19. Maaf gan kalau bulan berhenti ti paklaring berbeda dengan berhentinya jamsotek gimana gan
    Apa bisa cair atau jd kendala.

    BalasHapus
  20. Saya mau mencairkan jamsostek tetapi kk saya sudah pisah.namun alamat saya tidak berubah.bermasalah atau tidak

    BalasHapus
  21. Nama saya lebih satu huruf di oaklaring bisa ga ya

    BalasHapus
  22. Untuk berkas2 sudah siap semua yg jd kendala kk asli ada disurabaya sdngkan sya sekarang domisili dimalang,tp copy dan berkas2 lainnya asli dan copy siap semua kecuali kk asli,apakah msh bisa diproses pencairan bpjs tk sya mengingat akan saya urus dimalang dekat domisili tinggal sya..mohon jawabannya

    BalasHapus
  23. Pak saya mau tanya, kan saya sudah mengajukan e-klaim lewat online tapi melebihi batas waktu, saya coba lagi e-klaim ko ga bisa karena udah di proses itu gimana ?

    BalasHapus
  24. Saya sudah mengajukan klaim jht tgl 01-02-2019 kmaren bersama temen " saya.. tgl 4 & 6 februari sudah cair semua temen" saya
    Kok yg punya saya g cair sendiri tu kenapa

    BalasHapus
  25. Saya mau tanya.apakah bisa kalo pencairan bpjs tk.memakai kartu atm sodara.minta dibantu

    BalasHapus
  26. Tanpa kk asli, bisakah mencairkan dana bpjs

    BalasHapus
  27. Tanpa kk asli, bisakah mencairkan dana bpjs

    BalasHapus
  28. Klo saya 18 feb proses pencairan semua berkas diteri,a status non aktif eh tiba tiba tgl 20 feb sy dpt kerja status jd aktif lagi bpjsnya itu gmn ya?

    BalasHapus
  29. Saya mau nanya kira2 di persulit gak y klo nanti mau nyairin E-ktp saya berbeda tgl sma bulan y ckrg masih aktif mohon solusi y??... mkasih

    BalasHapus
  30. Saya sudah pernah klaim tapi ditolak karna buku rekening bukan atas nama pribadi, skarang saya coba klaim lagi mlh ga bisa karna udh pernah nyoba klaim katanya, apa klaim lewat online hnya diperbolehkan 1 kali saja?

    BalasHapus
  31. Nomer nik diktp dN dikrtu peserta saya berbeda ..bgmna y cranya

    BalasHapus
  32. sya mw nanya
    boleh tidak pakai KK fotocopy??,dan baru bkrja dprushaan baru skitar 1 bln? bs cair g?

    BalasHapus
  33. Nama saya di paklaring saya lebih satu huruf tetep bisa apa gak ya?

    BalasHapus

subscribe